Kabur ke Bulan - Byradian - Radian Wedagama
Terbaru
Loading...

Kamis, 02 April 2026

Kabur ke Bulan

Peluncuran Artemis II pada 1 April 2026 | National Geographic

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali mengirimkan misi ke bulan. Roket Artemis II meluncur dari Kennedy Space Center, Florida pada 1 April 2026 waktu setempat, membawa 4 orang astronot. Yaitu Reid Wiseman (komandan), Victor Glover (pilot), Cristina Koch (spesialis misi 1), dan Jeremy Hansen (spesialis misi 2).

Misi ini bersejarah bukan hanya karena eksplorasi ke bulan perdana dalam 53 tahun, namun dari komposisi awak di dalamnya. Victor Glover, sang pilot, menjadi astronot kulit hitam pertama yang pergi ke bulan. Begitu pula Cristina Koch jadi wanita pertama dalam eksplorasi ke sana. 

Seperti biasa, peluncuran ke bulan tak lepas dari kontroversi. Komentar miring kebanyakan datang dari grup penganut teori konspirasi dan flat earth society. Ada yang menyebut tipuan, buatan AI, sedangkan yang lain menyinggung waktu peluncuran (1 April) yang bertepatan dengan April Mop.

Meski begitu, banyak juga yang suportif dan menganggap misi ini langkah positif untuk perkembangan eksplorasi luar angkasa. 

Namun, ada satu hal yang luput dari perhatian banyak orang. Artemis II meluncur di tengah situasi geopolitik yang panas akibat perang AS-Israel dan Iran. 

Sejak kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, ketiga negara memang saling mengebom satu sama lain. AS dan Israel membunuh para pejabat tinggi Iran, menghancurkan kilang minyak Tehran, dan merusak fasilitas nuklir. Pada saat yang sama, Iran juga meluncurkan rudal dan serangan drone ke negara-negara sekutu AS di Timur Tengah, sebagian menghantam Israel. 

Sulit dibayangkan berapa kerusakan yang timbul dari perang selama sebulan ini. Korban jiwa sudah pasti banyak. Lalu bagaimana dengan lingkungan? Apa dampak jutaan bom yang dijatuhkan bagi planet yang kita cintai ini? 

Dalam sejarah umat manusia yang belum sampai 300 ribu tahun ini, perang dan konflik memang datang silih berganti. Namun sepanjang abad ke-20 hingga 21, kemajuan teknologi membuat efeknya jauh lebih brutal. 

Itu baru satu abad. Bagaimana dengan dua hingga tiga abad ke depan? Yakin dunia ini masih bertahan?

Makanya, eksplorasi luar angkasa sebenarnya ide yang bagus. Sebab kita belum tahu sampai kapan Bumi layak ditinggali. 

Beberapa tahun terakhir, para ilmuwan sudah bersiap untuk penjelajahan ke Mars, planet tetangga kita. Mereka melakukan simulasi untuk membangun koloni manusia di sana. Bagaimana kebutuhan air, pangan, dan infrastruktur yang diperlukan, semua sudah dipikirkan. 

Mereka pun membuka opsi koloni di bulan juga. Pada tahun 2009, wahana antariksa Chandrayaan-1 yang diluncurkan India berhasil menemukan cadangan air yang cukup melimpah di sana. Penemuan ini dipertegas lagi oleh misi-misi selanjutnya, yang dijalankan oleh India, Cina, maupun AS. 


Kandungan air di bulan yang ditemukan oleh Chandrayaan -1 pada 2009 | ISRO

Bayangkan jika seluruh eksplorasi ini sukses, dan manusia bisa membangun kehidupan di planet lain. Jelas sangat menguntungkan. Manusia akan punya tempat alternatif untuk hidup dan menjaga eksistensinya. 

Namun, terwujud atau tidaknya cita-cita mulia ini tergantung pada diri kita sendiri. Apakah kita akan membiarkan teori konspirasi dan hoax meracuni pikiran kita, dan justru menjerumuskan masyarakat agar meninggalkan program luar angkasa? 

Nasib ilmu pengetahuan dan eksistensi umat manusia ada di tangan anda. 


Share with your friends

Mau Pergi Kemana? Kok Buru-Buru Banget :)
Yuk Komen Disini Dulu
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done