Mantra Sakti ― Bagian 3: Asurian - Byradian - Radian Wedagama
Terbaru
Loading...

Rabu, 30 September 2026

Mantra Sakti ― Bagian 3: Asurian

                        
  

   

    Aku langsung melompat dari ranjang, dan memutar kunci kamar. Melalui celah pintu yang kubuka sedikit, aku menyaksikan pemandangan yang sangat mengerikan.

  Dengan lengan kanan yang berlumuran darah, juga luka di sekujur tubuh, Ayah sedang bertarung dengan seekor Asurian. 

  Sepertinya, pertarungan telah berlangsung sengit. Sejumlah ruangan di lantai tiga terlihat porak poranda, sementara perabotan hancur berserakan di lantai.

  Monster yang memiliki kulit merah legam, tubuh tinggi besar, gigi runcing dan tanduk di kepala ini lahir dari penyakit AVIDS yang telah mewabah selama 3 tahun terakhir.

  Awalnya, Asurian juga merupakan manusia seperti kita. Namun, mereka biasanya memiliki sifat yang kotor, psikopat, atau gemar melakukan perbuatan jahat. 

  Ketika terkena Asurivirus (virus Asuri), orang-orang itu berubah menjadi makhluk mengerikan nan kejam. Karena penyakit ini mengubah keburukan manusia menjadi kekuatan jahat yang sangat dahsyat!.

  Asurian tergolong monster yang buas dan haus darah. Mereka sering menyerang pemukiman, dan menculik para penduduk setempat. Banyak korban Asurian yang disiksa hingga tewas, bahkan ada pula yang dimakan hidup-hidup. Semua itu dilakukan hanya untuk memuaskan nafsu liar mereka.

  Melihat makhluk seperti itu merangsek ke dalam rumah, pantas saja Ayah menjadi histeris, dan berusaha membawaku keluar dari kamar.

   Tapi, aku tidak melihat Ibu sama sekali. Dimana dia sekarang? Apakah sudah dievakuasi?

  "Ayah!"

   Aku mencoba memanggil Ayah, dan bersiap keluar dari kamar untuk menolongnya. Namun, ia buru-buru menghentikan langkahku.

  "Hoa, jangan keluar!" perintahnya dengan setengah berteriak.

   "Tetaplah berlindung di dalam kamar sekarang!"

   "T..tapi...A..Ayah," kataku terbata-bata, berusaha meyakinkan Ayah kalau aku bisa membantunya.

   Belum sempat ia memberikan jawaban, Asurian itu langsung menghantam Ayah dengan tinjunya yang super kekar.

  "Kyaaaa!" Aku pun menjerit tidak karuan.

  Beruntung, ayahku adalah praktisi bela diri selama 20 tahun lebih. Ia berhasil menangkis tinju itu dengan jurusnya, meskipun akhirnya terjerembab juga.

   Tidak butuh waktu lama bagi Ayah untuk bangkit, dan kembali berdiri menantang Asurian. Monster itu langsung beringas begitu melihat mangsanya belum kalah. Kedua tangannya berusaha menggebuk Ayah lagi. Namun karena terbawa nafsu, tidak ada satupun serangannya yang kena. Ayah pun berhasil menghindari setiap tinjunya.

   Sekarang, saatnya melakukan serangan balik!

   Dengan lincah, Ayah berlari ke arah si Asurian, dan melompat ke atas tubuhnya. Monster itu tampak panik, dan berusaha menjatuhkan Ayah dengan menggoyangkan tubuhnya. Tapi sia-sia saja.

   Sekali lagi, Ayah melompat dari bagian pundak ke atas kepala, dan menjambak rambutnya. Asurian itu langsung berteriak kesakitan.

    Gwoaaahhhh!

   Gerakan tubuhnya semakin beringas tidak karuan. Ia mulai menabrak dinding, atap, dan semua barang di sekitarnya. Sadar bahwa aksinya telah membuat monster itu kelimpungan, Ayah terus menarik rambut si Asurian dan memutarnya kesana kemari. Seperti koboi yang sedang menjinakkan kuda binal.

   "Heyaaa!" teriak Ayah saat beraksi.

   Aku benar-benar takjub saat menyaksikan pertarungan itu. Sedikit lagi, kemenangan akan berada di tangan Ayah, dan kami berdua bisa segera melarikan diri. Itulah yang aku pikirkan saat itu.

    Ternyata, dugaanku meleset. Dengan cepat, situasi berubah menjadi begitu mencekam.

   Saat Ayah sibuk bertarung, tiba-tiba seekor Asurian lain muncul dari lantai bawah. Kebetulan, kamarku terletak di dekat tangga, sehingga aku bisa melihatnya dengan cukup jelas. Berbeda dengan temannya, monster ini tampak sedang menenteng sesuatu di tangan kirinya. Samar-samar, sepertinya itu tubuh manusia.

    Dengan menajamkan penglihatan, aku berusaha mengenali sosok tubuh itu, yang sepertinya adalah seorang wanita.

     "Aneh. Entah kenapa, sepertinya tubuh itu tidak asing," pikirku.

    Ketika "Asurian kedua" berjalan melewati pintu kamar, aku memerhatikan tubuh itu lebih seksama. Begitu sadar siapa orang yang ditentengnya, tubuhku langsung lemas.

     "I...ibu!"  


     - bersambung -


------

Halo, guys!

🔥 Gak sabar nunggu update Mantra Sakti satu per satu?

Sekarang kamu bisa langsung baca 7 bagian sekaligus dalam satu bundle! 📖✨

Bundle terbaru sudah tersedia di Karyakarsa

⚡ Gak perlu nunggu update berikutnya
📚 Langsung lanjutkan ceritanya
🔥 Temukan apa yang terjadi setelah bagian terakhir!

Cek dan baca sekarang di link ini yaaa 👇

Karyakarsa:  https://bit.ly/MSKaKa







Share with your friends

Mau Pergi Kemana? Kok Buru-Buru Banget :)
Yuk Komen Disini Dulu
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done