Mantra Sakti ― Bagian 4: Penculikan - Byradian - Radian Wedagama
Terbaru
Loading...

Rabu, 30 September 2026

Mantra Sakti ― Bagian 4: Penculikan


 

    "I...ibu!"

    Seandainya tidak dikepung oleh dua Asurian seperti ini, mungkin aku sudah berteriak histeris. Untung saja aku bisa mengendalikan diri, sehingga hanya menjerit di dalam hati.

    Wanita yang sudah tak berdaya itu adalah ibuku, yang beberapa jam lalu dengan bodohnya aku "maki-maki". Melihatnya dalam kondisi seperti itu, duniaku seakan mau runtuh. Aku tidak tahu apakah ibu hanya pingsan, atau yang terburuk, sudah tewas.

    "Huyen!" teriak Ayah memanggil nama ibu.

     Sama sepertiku, ternyata Ayah juga menyaksikan nasib malang ibu dari atas sana. Wajahnya terlihat bingung, panik, marah, sedih—bercampur jadi satu dengan air mata yang membasahi pipi.. Hatinya begitu hancur, karena tidak berhasil melindungi wanita yang dicintainya selama 20 tahun.

     Karena begitu terguncang, Ayah menjadi tidak fokus dengan situasi sekitar. Mata dan pikirannya hanya tertuju kepada ibu. Sadar bahwa lawannya lengah, Asurian itu langsung memanfaatkannya.

     Brak!!

    Ia mengayunkan lengannya, dan menghantam Ayah dengan tenaga besar, membuatnya terkapar tanpa perlawanan.

    "Ayah!!"

     Aku kembali menjerit dalam hati. Nafasku menjadi sesak karena berusaha menahan diri untuk tidak berteriak. Aku mencoba untuk membangunkannya semampuku.

    Mulai dari melempar benda ringan ke tubuhnya, hingga memanggil namanya dengan suara pelan. Namun, tidak ada reaksi. Sepertinya Ayah tidak sadarkan diri. Tubuhnya terlihat masih bernafas, meski tidak bergerak sama sekali.

     Asurian itu menggoyangkan tubuh Ayah untuk memastikan lawannya itu sudah tak berdaya. Setelah yakin, ia langsung membopong Ayah ke pundaknya. Sempat menoleh sebentar ke temannya, si Asurian meninju dinding rumah.

    Brakkkkk!

    Tinjunya yang sangat kuat menciptakan lubang besar, yang membuat lantai tiga dengan luar rumah tidak ada batasnya lagi. Lubang itu juga menjadi jalan keluar bagi kedua Asurian. Dengan menggenggam erat tubuh Ayah dan Ibu, mereka langsung melompat keluar.

    Karena punya tubuh yang begitu perkasa, melompat dari lantai tiga bukan masalah bagi mereka. Tidak membuat cedera atau patah tulang. Setelah mendarat di jalan raya, kedua Asurian langsung berlari ke arah kota.

    Aku hanya bisa terpana menyaksikan pemandangan itu. Sekujur tubuhku gemetar karena dihinggapi rasa takut. Namun,sebisa mungkin aku harus menenangkan diri. 

    Karena nyawa ayah dan ibuku jadi taruhan sekarang!  


    - bersambung -


------

Halo, guys!

🔥 Gak sabar nunggu update Mantra Sakti satu per satu?

Sekarang kamu bisa langsung baca 7 bagian sekaligus dalam satu bundle! 📖✨

Bundle terbaru sudah tersedia di Karyakarsa

⚡ Gak perlu nunggu update berikutnya
📚 Langsung lanjutkan ceritanya
🔥 Temukan apa yang terjadi setelah bagian terakhir!

Cek dan baca sekarang di link ini yaaa 👇

Karyakarsa:  https://bit.ly/MSKaKa


Share with your friends

Mau Pergi Kemana? Kok Buru-Buru Banget :)
Yuk Komen Disini Dulu
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done