Mantra Sakti ― Bagian 6: Nasib Malang - Byradian - Radian Wedagama
Terbaru
Loading...

Sabtu, 03 Oktober 2026

Mantra Sakti ― Bagian 6: Nasib Malang


    



    Belum sempat aku memutar otak, Asurian yang membawa tubuh Ayah menemukan tempat mendatar di lereng bukit. Di dekatnya ada sebuah bongkahan besar, yang sepertinya pecahan dari bebatuan tebing.

    Sejurus kemudian, si monster berdiri di atas tempat itu. Sepertinya dia mulai lelah kejar-kejaran dan memanjat bukit terjal. 

    Kala beristirahat sejenak, ia mengintip ke bawah, dan melihatku sedang melintas di jalan setapak. Ini tentu jadi kesempatan besar untuk menyingkirkanku.

    Asurian itu langsung menendang batu kapur besar di sebelahnya. Membuatnya meluncur di lereng tebing dengan cepat. 

  Dalam waktu sepersekian detik, batu itu semakin dekat, dan cepat atau lambat akan segera menghantamku.

    "Woaaaaaa!" aku menjerit karena terkejut.

    Setengah mati aku berusaha menghindari batu besar itu. Kuputar stang motor ke kanan dan kiri, dan menambah kecepatan agar lolos dari petaka. Namun, semuanya sia-sia.

     Brakkkkkk!

    Batu itu tetap menghantam bagian belakang skuterku hingga membuatnya oleng. Alhasil, aku gagal mempertahankan keseimbangan, dan akhirnya terlempar dari jalanan.

     "Aaaaaaaaaa!" teriakku penuh ketakutan.

   Selanjutnya benar-benar mengerikan. Giliran aku dan skuterku yang terguling di tebing curam. Rasanya benar-benar sakit. Tubuhku berulang kali menghantam bebatuan kapur yang sangat keras. Menghasilkan banyak luka dari kaki hingga kepala. 

  Cedera yang kualami itu membuat tubuhku langsung kehabisan tenaga, dan perlahan hilang kesadaran.

  Saat ini, aku benar-benar pasrah. Mustahil bisa selamat hidup-hidup setelah jatuh dari ketinggian puluhan meter. 

  Hari ini adalah momen paling sial sepanjang hidupku. Orangtuaku diculik, dan kini nyawaku akan berakhir dengan tragis di dasar jurang. Siapa yang menyangka aku akan bernasib malang seperti ini.

   Apakah semua ini karena karma burukku? Anak yang terlalu manja dan kerap melawan orangtua. Tidak tahu terima kasih, dan sering menuntut ini itu tanpa berpikir panjang.

     Terakhir, membuat orangtua sedih hingga menangis.

    Baru sekarang aku merenungi semua kesalahanku. Dan aku pun mengerti. 

    Mungkin tewas di dasar jurang memang akhir yang pantas bagi orang sepertiku ini.

    Saat bersiap menghadapi ajal, tiba-tiba tubuhku berhenti terguling........


     - bersambung -


------

Halo, guys!

🔥 Gak sabar nunggu update Mantra Sakti satu per satu?

Sekarang kamu bisa langsung baca 7 bagian sekaligus dalam satu bundle! 📖✨

Bundle terbaru sudah tersedia di Karyakarsa

⚡ Gak perlu nunggu update berikutnya
📚 Langsung lanjutkan ceritanya
🔥 Temukan apa yang terjadi setelah bagian terakhir!

Cek dan baca sekarang di link ini yaaa 👇

Karyakarsa:  https://bit.ly/MSKaKa

Share with your friends

Mau Pergi Kemana? Kok Buru-Buru Banget :)
Yuk Komen Disini Dulu
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done